KELUARAN 26
Sepuluh tenda, lima puluh sosok, lima puluh kaitan, empat puluh soket, dua puluh papan, dua tabir—namun itu adalah satu tempat kudus: “Supaya menjadi satu kemah” (ayat 6); “Supaya menjadi satu” (ayat 11). Keragaman, ya; tetapi kesatuan dalam perbedaan.
Hanya ada satu rencana untuk Kemah Suci, dan itu berasal dari Allah (ay. 30). Kepintaran dan hikmat manusia dapat membawa keberhasilan dalam semua hal duniawi (Lukas 16:8), tetapi semua itu akan menghancurkan pekerjaan Tuhan (1 Kor. 3:16–23). Pastikan Anda mendapatkan rencana Anda dari surga dan bukan dari dunia.
Ada satu set ukuran untuk bangunan itu (ay.2). Ketika kita mengukur pelayanan dengan standar Tuhan, kita akan memiliki kesatuan, tetapi jika kita menggunakan standar sendiri, akan ada perpecahan.
Mereka hanya menggunakan bahan-bahan yang Tuhan perintahkan untuk mereka gunakan. Dalam 1 Korintus 3:10–16, bacalah tentang membangun dengan bahan yang tepat supaya dapat bertahan lama. Perhatikan penekanan pada emas di pasal 37, perak di pasal 38, dan batu berharga di bab 39.
Tempat kudus itu didiami oleh satu kemuliaan, yaitu kemuliaan Allah. Ketika manusia membawa kemuliaannya, ada perpecahan.
Yesus berdoa supaya umat-Nya menjadi satu (Yohanes 17:20–23). Apakah Anda sedia membantu menjawab doa Tuhan Yesus?
KELUARAN 27
Kemah Suci bukanlah tempat berkumpul untuk beribadah tetapi tempat untuk pengorbanan dan pelayanan suci.
Pengorbanan.
Hal pertama yang dilihat orang adalah altar tembaga, karena tidak ada yang bisa datang ke hadirat Allah sampai dosa diselesaikan (Im.17:11).
Pemisahan.
Tenda itu dikelilingi pagar dari kain lenan, hanya para imam dan orang Lewi yang dapat memasuki pelataran suci. Orang-orang biasa dijauhkan dari pelataran dan imam-imam dijauhkan dari Ruang Mahakudus. Allah ingin semua umat-Nya menjadi imam (Kel. 19:5–6), tetapi itu tidak terjadi sampai karya Kristus selesai di kayu salib (1 Pet. 2:5, 9). Hari ini kita memiliki akses terbuka ke hadirat Allah melalui Yesus Kristus (Ibr. 10:19–25).
Bersinar.
Kaki dian berdiri di tempat suci dan membantu para imam untuk lihat saat mereka melayani. Itu tidak menerangi perkemahan; kemuliaan Tuhan melakukan itu (Kel. 40:38). Umat Allah (Flp. 2:15) dan gereja-gereja-Nya (Wahyu 1:12, 20) adalah terang di dunia yang gelap ini. Pastikan Anda menjaga agar lampu tetap baik dan cahaya Anda bersinar (Mat. 5:16).
KELUARAN 28
Menjadi imam adalah hak istimewa sekaligus tanggung jawab. Adalah luar biasa mengenakan pakaian yang mulia dan berada di pelataran suci, tapi menjadi seorang imam juga membawa kewajiban yang serius.
Mereka pertama-tama melayani Tuhan.
Empat kali dalam pasal ini, Tuhan menekankan soal ini (ay.1, 3, 4, 41). Hamba Tuhan harus berusaha untuk menyenangkan Dia saja (1 Kor. 4:1-7). Kita harus menjadi “hamba demi Yesus” (2 Kor. 4:5).
Mereka melayani umat.
Umat Tuhan seperti permata bagi-Nya (Mal. 3:17). Imam Besar kita yang agung membawa kita pada hati-Nya dan di atas bahu-Nya. Dia mewakili kita di hadapan takhta Allah sehingga kita ada "di dalam Dia, yang dikasihi-Nya" (Ef. 1:6).
Mereka melayani bersama.
Tuhan menyediakan kebutuhan mereka saat mereka melayani umat. Tidak ada persaingan atau kebingungan di Kemah Suci karena mereka melayani Tuhan yang sama dan menaati Firman yang sama. Tuhan punya pelayanan bagi kita masing-masing, dan Dia akan memperlengkapi kita untuk melakukannya.
No comments:
Post a Comment