IMAMAT 13
Kepedulian.
Kusta adalah penyakit yang ditakuti sebab tidak diketahui obatnya. Tuhan memiliki kepedulian terhadap penderita kusta dan memastikan mereka dirawat dengan bermartabat. Tuhan memberi para imam semua informasi yang dibutuhkan guna mendeteksi penyakit dan memastikan penyakit itu tidak menyebar. Betapa tragisnya jika mengisolasi seseorang yang tidak benar-benar terinfeksi atau untuk menyatakan tahir atas seseorang yang najis.
Karakteristik.
Ada lebih banyak hal rohani dari hukum ini daripada pelajaran tentang gejala penyakit; di Alkitab, kusta adalah gambaran dosa (Yes. 1:4-6). Penyakit itu tidak ada di permukaan; seperti dosa, itu “penyakit itu kelihatan lebih dalam dari kulit.” (Ungkapan ini digunakan sepuluh kali.) Kusta menyebar dalam sistem tubuh dan membuat orang itu najis sehingga dia harus diasingkan: “Ia akan tinggal seorang diri” (ay.46). Betapa hal ini seperti dosa!
Belas Kasihan.
Tuhan kita memiliki belas kasihan pada penderita kusta, menjamah mereka, dan membuat mereka tahir (Markus 1:40–45); dan Dia memberi murid-murid-Nya kuasa untuk mentahirkan penderita kusta (Mat. 10:8). Apa yang Yesus lakukan bagi kita semua sangat indah tergambar pada pasal selanjutnya.
IMAMAT 14
Upacara pemulihan bagi penderita kusta yang disembuhkan ini menggambarkan karya penebusan Tuhan kita. Yesus pergi ke luar perkemahan untuk menemui kita dan mati bagi kita (Lukas 19:10; Ibr. 13:10–13). Yesus mengidentifikasi diri-Nya dengan orang buangan (Mat. 9:10–13)! Apapun yang terkena kusta harus dibakar habis (13:52), tetapi Yesus menyelamatkan kita.
Burung-burung tidak dikurung dalam sangkar; mereka seharusnya terbang di langit. Ini adalah gambaran inkarnasi Tuhan kita, ketika Dia menjadi serupa dengan manusia agar Dia mati bagi dosa-dosa kita. Mereka melepaskan burung yang hidup untuk menggambarkan kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Mantan penderita kusta itu dirawat seperti imam! (Bandingkan ay. 14–20 dengan Im. 8:22–24.) Allah telah menjadikan kita sebagai “raja-raja dan imam-imam” melalui darah Kristus (Wahyu 1:6). Haleluya, Yesus Juruselamat kita!
IMAMAT 15
Kata kunci dalam pasal ini adalah lelehan (dua puluh empat kali), najis (dua puluh sembilan kali) dan membasuh dengan air (sebelas kali). Ayat 1–15 merujuk pada lelehan karena infeksi, sedangkan ayat 16–30 merujuk lelehan yang keluar dari fungsi normal tubuh. Tidak diragukan lagi sanitasi dan kesehatan adalah bagian dari hukum-hukum ini, tetapi pada dasarnya Tuhan sedang mengajarkan umat-Nya tentang bagaimana hidup terpisah dari kekotoran batin (ay.31–33).
Tubuh tidak berdosa, dan fungsi tubuh secara moral tidak mencemarkan. Tetapi natur manusia (apa yang disebut Alkitab sebagai “daging”) adalah berdosa dan menghasilkan apa yang berdosa dan najis (Markus 7:20–23; Gal. 5:19–21). Jika kita tidak hati-hati, apa yang kita katakan dan lakukan, dan apa adanya kita, akan menyentuh orang lain dan mencemarkan mereka juga (ay.5–12; Mat. 23:25–28).
Tuhan membuat ketentuan bagi kenajisan Israel secara seremonial, dan Dia telah membuat ketentuan bagi kita. Pembela surgawi kita membersihkan kita ketika kita datang dalam penyesalan dan pengakuan (1 Yohanes 1:5–2:2; lihat juga Yohanes 13:1–11). Dia menjaga kita tetap bersih melalui darah-Nya (1 Yohanes 1:7) dan melalui kuasa Firman-Nya yang menyucikan (Yoh. 15:3; Ef. 5:25–27).
No comments:
Post a Comment