DONASI PELAYANAN DAPAT DIKIRIM KE REKENING BNI NO: 0218656568. TUHAN YESUS MEMBERKATI.

Thursday, June 13, 2024

KEJADIAN 22-24

KEJADIAN 22

Mempersembahkan Ishak di mezbah adalah ujian terberat yang pernah dihadapi Abraham, tapi dia menang karena dia mempercayai Tuhan (Ibr. 11:17-19). Dia telah mengalami kuasa kebangkitan dalam tubuhnya sendiri (Rm. 4:19–21), jadi dia tahu apa yang bisa Tuhan lakukan. Itu adalah ujian iman, jauh lebih sulit daripada ujian sebelumnya yang melibatkan Lot dan Ismail.

Itu juga merupakan ujian harapan, karena rencana keselamatan Tuhan bagi dunia adalah terbungkus dalam Ishak. Jika Ishak mati, bagaimana bangsa Yahudi bisa dibangun dan Juruselamat dilahirkan? Tetapi Abraham memiliki harapan yang hidup karena dia percaya pada Allah yang hidup (1 Ptr. 1:3).

Tentu saja itu adalah ujian kasih. Dalam ayat 2, Anda menemukan penggunaan pertama dari kata kasih dalam Alkitab. Abraham mengasihi putranya, tetapi dia lebih mengasihi Tuhan. Ishak adalah pemberian Tuhan kepada Abraham, tetapi pemberian itu harus menjadi persembahan bagi Tuhan. Jika hadiah menjadi lebih penting daripada Pemberi, itu menjadi sebuah berhala.

Setelah Tuhan menguji kita, Tuhan menyatakan diri-Nya kepada kita dengan cara yang baru (Yohanes 14:21–23). Nama Jehova-Jireh berarti “Tuhan akan menjaganya” atau “Tuhan akan menyediakan.” Domba itu adalah persediaan Tuhan untuk Ishak, dan Yesus Kristus adalah persediaan Tuhan untuk seluruh dunia. Dalam pengalaman ini, Abraham melihat Kristus dengan iman dan bersukacita (Yohanes 8:56).

Mengapa “berita keluarga” ini tercatat pada ayat 20–24? Untuk memperkenalkan kita pada Ribka yang akan menjadi pengantin Ishak (pasal 24). Ishak adalah “persembahan yang hidup” (Rm. 12:1–2), dan Tuhan sedang mengerjakan kehendak-Nya yang sempurna baginya.


KEJADIAN 23

Abraham yang berduka. 

Sara adalah satu-satunya wanita yang disebutkan dalam Alkitab yang usianya diperlihatkan dan penguburannya dijelaskan. Kematiannya adalah kematian seorang putri, perempuan yang beriman (Ibr. 11:11–13; 1 Ptr. 3:6). Abraham merasakan sakitnya kehilangan dan secara terbuka mengungkapkan kesedihannya. Iman bukanlah musuh dari air mata, karena kita dukacita seperti mereka yang memiliki pengharapan (1 Tes. 4:13-18). Yesus menangis (Yohanes 11:35) meskipun Dia tahu Dia akan membangkitkan sahabat-Nya dari kematian.

Abraham si pendatang. 

Efron tidak berencana untuk memberikan Abraham sebidang tanah yang berharga, tapi begitulah tipikal tawar-menawar di Timur. Tanah itu sudah menjadi milik Abraham (15:7), tetapi dia tidak akan pernah bisa menjelaskan hal itu kepada tetangganya yang tidak percaya. Dia adalah seorang peziarah dan tidak mengklaim semua itu untuk dirinya sendiri.

Abraham si pemilik. 

Dia membayar harga tinggi untuk apa yang menjadi salah satu kuburan  paling terkenal dalam sejarah Alkitab, dan  akhirnya enam orang dimakamkan di sana (49:31–32). Abraham hanya memiliki satu hal di bumi: kuburan. Kitab Kejadian  berakhir dengan kuburan yang penuh dengan orang mati, tetapi kisah Injil berakhir dengan kuburan yang kosong! Dan karena Yesus Kristus hidup, kita yang percaya kepada-Nya tidak  harus takut mati.


KEJADIAN 24

Ini adalah pasal terpanjang dalam kitab Kejadian, dan ini berfokus pada iman, harapan, dan kasih.

Sang ayah (1–9) mengasihi putranya dan menginginkan seorang isteri bagi anaknya, Ishak. Abraham memiliki iman bahwa Allah akan menepati janji-Nya (Kej. 12:2) dan menyediakan mempelai wanita. Catatan bahwa mempelai wanita tidak bisa orang luar atau yang tidak percaya Tuhan (1 Kor. 7:39). Bukankah semua peristiwa ini sebuah gambaran tentang Bapa surgawi yang mempersiapkan mempelai perempuan bagi Putra-Nya?

Hamba (10–49) mengasihi  putra majikannya dan meminta bimbingan Tuhan. Hamba itu tahu bagaimana "berjaga-jaga dan berdoa" dan melihat pimpinan Tuhan. Dia tidak kecewa, karena Tuhan memberi upah atas imannya. Hal kecil yang Ribka sudah lakukan, menjadi  tindakan kebaikan yang membuka kehidupan baru yang menarik baginya.

“Jadikan setiap kesempatan sebagai kesempatan yang luar biasa, karena Anda tidak akan pernah tahu kapan seseorang mungkin mengambil ukuran Anda untuk tempat yang lebih besar, ” kata Marsden. Hamba itu berbicara tentang tuannya dan bukan tentang dirinya sendiri, dan dia tidak akan makan sampai dia menyampaikan pesannya (Yohanes 4:31-32).

Pengantin wanita (50–60) tidak memiliki apa-apa selain harta yang dia lihat dan kata-kata yang dia dengar dari hamba  itu. Terlepas dari mereka yang mendesaknya untuk menunda, dia membuat keputusan iman dan berkata, "Aku akan pergi!" Ini adalah sebuah ilustrasi keselamatan pribadi. Roh Kudus berbicara kepada kita tentang Kristus dan menunjukkan kepada kita harta-Nya, dan kita percaya Kristus meskipun kita belum pernah melihat Dia (1 Petrus 1:8).

Pengantin pria (61–67) terakhir terlihat di gunung bersama ayahnya (pasal 22), tetapi sekarang Ishak datang untuk menemui mempelai wanitanya menjelang senja. Itulah yang Yesus Kristus akan lakukan ketika Dia kembali untuk gereja-Nya. Kemudian kita akan melihat Dia dan menjadi sama seperti Dia (1 Yohanes 3:1-2).

No comments:

Post a Comment

YOSUA 21-24

YOSUA 21 Setelah tanah dibagikan, penulis menoleh ke belakang dan membuat pernyataan ringkasan: Allah menepati janji-janji-Nya (ayat 45). Al...