DONASI PELAYANAN DAPAT DIKIRIM KE REKENING BNI NO: 0218656568. TUHAN YESUS MEMBERKATI.

Tuesday, July 2, 2024

BILANGAN 22-24

BILANGAN 22

Laporan kemenangan Israel membuat Balak ketakutan. Dia tahu bahwa tentara Israel tidak pernah bisa dikalahkan dengan cara manusia karena orang Yahudi adalah umat Tuhan dan peperangan itu adalah pertempuran rohani. Itu sebabnya Balak meminta Bileam untuk mengutuki bangsa Israel. Peperangan kita hari ini bukanlah melawan darah dan daging tetapi melawan kuasa kegelapan, dan kita akan memperoleh kemenangan hanya jika kita menggunakan senjata rohani (Ef. 6:10–18; 2 Kor. 10:3–6).

Bileam adalah seorang nabi upahan yang akhirnya menyerah pada tekanan kehormatan yang lebih besar dan uang yang lebih banyak. Dia bersedia untuk melihat hal-hal “dari sudut pandang lain” dengan harapan dia bisa menemukan celah dalam kehendak Allah yang dinyatakan. Adalah hal yang berbahaya untuk menawar kehendak Allah. Menggunakan karunia untuk menghasilkan uang adalah “jalan Bileam” (2 Ptr. 2:15–16), sebuah dosa yang Tuhan kutuk.

Thomas Merton mengatakan bahwa “kejahatan terbesar ditemukan di mana kebaikan terbesar telah dirusak.” Dan Paulus memperingatkan, “karena akar segala kejahatan adalah cinta uang” (1 Tim. 6:10). Bileam dan Yudas Iskariot tahu betapa benarnya perkataan ini!


BILANGAN 23

Tuhan tidak menutup mulut Bileam. Dia membiarkannya berbicara, tetapi Dia membalikkan kutuk menjadi berkat (Neh. 13:2). Setiap kali Anda merasa bahwa orang-orang dan lingkungan mengutuki Anda, ingatlah apa yang Tuhan lakukan untuk Israel, dan percayalah pada-Nya (Roma 8:28).

Gambaran Bileam tentang Israel mengingatkan kita akan hak istimewa yang kita miliki sebagai anak-anak Tuhan. Kita aman (ay.8; Rm.8:31–39) karena kita terpisah dari dunia (ayat 9; Yohanes 17:14-16) dan menjadi milik Tuhan yang tidak pernah berbohong (ay.19). Kita memiliki kekuatan seperti lembu (ay.22) dan singa betina (ay.24).

Bileam sangat ingin mati dalam kematian orang benar (ayat 10), tetapi dia tidak ingin menjalani kehidupan orang benar. Baca Mazmur 37:37, Amsal 14:32, dan Wahyu 14:13, dan bandingkan dengan kesaksian Paulus pada surat Filipi 1:19–23.


BILANGAN 24

Balak tidak dapat membungkam Bileam betapapun dia berusaha. Pada tutur kata ketiga (ay.1–9), Bileam melihat Israel di Kanaan, menaklukkan musuh-musuhnya dan menikmati warisan mereka. Pernyataannya dalam ayat 9 tentang berkat dan kutuk mengingatkan kita akan perjanjian Allah dengan Abraham (Kejadian 12:3). Bileam sebenarnya mengutuk dirinya sendiri ketika dia berbicara. Allah tidak membela dosa umat-Nya, tetapi Dia selalu membela umat-Nya, karena mereka dikasihi-Nya.

Dalam tutur kata keempat (ay.15–24), Bileam melihat kemuliaan Israel di masa depan dengan kedatangan Mesias (ayat 17). Tuhan menggunakan seorang nabi yang tamak untuk memberikan gambaran indah tentang Juruselamat dan kemenangan-Nya. 

Setan dan para pengikutnya melakukan yang terbaik untuk mengutuk umat Allah dewasa ini. Namun, melalui itu semua, kasih karunia Tuhan tetap bekerja, umat Tuhan tetap diberkati, dan nama Tuhan dimuliakan, karena Tuhan dapat mengubah kutukan menjadi berkat.

No comments:

Post a Comment

YOSUA 21-24

YOSUA 21 Setelah tanah dibagikan, penulis menoleh ke belakang dan membuat pernyataan ringkasan: Allah menepati janji-janji-Nya (ayat 45). Al...